Waktu senja Saat mata hari terbenam diufuk barat Mata seorang pujangga sedang memandang Mawar melat, mawar melati yang selama ini Mengantui pikiran ku. Tapi sayang aku hanya bisa memandang Tampa bisa menyentuhnya mawar melati Yang begitu halus dan lembut, yang selalu Setia menemaniku. Mawar melati jangan kau layu berkembang lah Selalu setia lah selalu menemaniku di saat Aku kesepian di saat ini
Minggu, 17 April 2011
Salah JALAN
Senja di depan mata
Hati resah takut kegelapan malam
Harap sinarnya terangi jalan pulang
Tapi mendung selimuti cahayanya
Aku bingung melangkah
Tak tahu jalan pulangSenja di depan mata
Dinginnya mulai terasa menusuk
Nyala api kecil tak cukup hangat
Hanya selimut kesederhanaan beri kehangatan
Malam mulai merambah
Kelelahan tak terbendung
Berjalan tertatih dengan kebodohan
Dimanakah kau kawan?
Dimanakah kau pujaan hati?
Dimanakah kekuatan diri?
Malam mulai merambah
Hujan membasahi diri
Petir menyambar menyiutkan nayli
Aku duduk terdiam
Menggigil kaku penuh penyesalan
Tuhan uLurkan tangan-Mu
Tunjukkan jalan pulang
Aku ingin temui kekasih hati
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar